صفحة 2 من 2 الأولىالأولى 12
النتائج 11 إلى 16 من 16

الموضوع: Pernyataan Ringkas Mengenai Al Masih Ad Dajjal Yang Sangat Pendusta..

هذا أحد المواقع الثانوية الخاصة بتبليغ دعوة الإمام المهدي المنتظر ناصر محمد اليماني والتي لا تتضمن أية أقسام خاصة ولا رسائل ولا عضويات وبالتالي لا يمكن المشاركة فيها ولا استرجاع الحسابات المفقودة عبرها، يوجد هنا فقط موسوعة البيانات مع الترجمة لبعضها إلى مختلف اللغات، ولا يتواجد الإمام المهدي إلا في الموقع الرسمي الوحيد منتديات البشرى الإسلامية والنبإ العظيم، وهناك يمكنكم التسجيل والمشاركة والمراسلة الخاصة وأهلاً وسهلاً بكم.

مصدر الموضوع
  1. مصدر المشاركة
    ..Tambahan Keterangan Mengenai Waktu Keluarnya Syaitan Secara Terhina Lagi Terusir


  2. مصدر المشاركة

  3. Jawaban dari Imam kepada Rajul Al-Bidaya Berkenaan dengan Mesiah Pembohong (Setan Antichrist); yang telah dikatakan kepada kalian bahwa dia telah dikurung? Bahkan sesungguhnya dia bebas

    مصدر المشاركة
    Jawaban dari Imam kepada Rajul Al-Bidaya Berkenaan dengan Mesiah Pembohong (Setan Antichrist); yang telah dikatakan kepada kalian bahwa dia telah dikurung? Bahkan sesungguhnya dia bebas

  4. مصدر المشاركة

    - 15 -

    Al Imam Nasser Mohammed Al Yamani
    27 - رجب - 1433 هـ
    19 - 05- 2012 مـ
    05:32 صباحاً
    (mengikut takwim rasmi Makkah)
    ـــــــــــــــــــ


    Pernyataan Ringkas Mengenai Al Masih Ad Dajjal Yang Sangat Pendusta
    Tambahan Dari Keterangan Tentang Siapa Dia Al Masih Al Kadzdzaab..


    Dengan nama Allah Ar Rahman Ar Rahim, sholawat dan salam ke atas nendaku Muhammad Rasulullah beserta keluarganya yang bersih dari syirik, juga seluruh para anshar penolong Tuhanku yang aku sayangi dari kalangan terdahulu dan yang terkemudian, juga di alam malakut tertinggi hingga Hari Pembalasan..


    Salam sejahtera ke atas kalian para anshar pendahulu terbaik, semoga keselamatan tetap ke atas kami dan ke atas hamba-hamba Allah yang sholeh, salam ke atas para utusan dan segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam

    Berhati-hatilah kalian, berwaspadalah kalian terhadap fitnah secara terang-terangan oleh Al Masih Al Kadzdzaab, sesungguhnya dia adalah syaitan (Iblis) yang kelak akan muncul kepada kalian menyerupai manusia, dia akan berbicara pada kalian secara langsung dengan ucapan bersuara, dia akan mengerahkan terhadap kalian dengan pasukan-pasukan berkudanya, seakan-akan ianya memiliki sayap yang pantas, dan juga pasukan-pasukan berjalan kaki, dia akan mengerahkan terhadap kalian dengan harta bendanya dan anak-anak perempuannya, supaya dia dapat berserikat dengan kalian pada anak-anak, dan dia akan menjanjikan kepada kalian syurga yang berada di bawah tanah.


    Barangkali kekasihku di jalan Allah, Ummu Khalid, mahu mengatakan: "Wahai Imamku, siapakah lelaki itu yang kelak akan menyerupai manusia supaya dia dapat berkata-kata kepada kita secara langsung, lalu dia berbicara kepada kami dengan suaranya dan akan mengerahkan terhadap kami dengan pasukan-pasukan berkudanya, pasukan-pasukan berjalan kaki dan anak-anak perempuannya, untuk berserikat dengan manusia pada harta benda dan anak-anak? Tidakkah engkau mahu fatwakan kepada kami mengenai urusannya, siapakah dia itu, dengan syarat fatwa itu mestilah dari muhkam Al Quran, bukan dari riwayat-riwayat atau dari hadits-hadits, kerana ianya mungkin betul dan mungkin juga salah, atau mungkin juga pembohongan yang direkayasa terhadap Allah dan rasul-Nya; namun kami mahukan fatwa yang terang lagi jelas, yang menyebutkan tentang lelaki yang melakukan fitnah terang-terangan itu, siapakah dia sebenarnya supaya ketika lelaki itu muncul nanti, orang-orang yang mengikuti bayan keterangan yang benar bagi Al Quran dapat berhati-hati dan berwaspada terhadapnya"

    Untuk itu Al Mahdi Al Muntadhar membalas pertanyaan Ummu Khalid yang dihormati, aku katakan: Kelak aku akan tinggalkan fatwa untuk kalian langsung dari Allah dalam muhkam Al Quran, Kitab-Nya, yang memberitahukan kepada kalian bahawasanya
    terdapat fitnah terang-terangan bagi syaitan untuk semua manusia, sedang mereka dapat melihatnya bersuara mengajak kalian dan berpenampilan secara nyata, lalu dia akan mengerahkan terhadap kalian dengan pasukan-pasukan berkudanya, pasukan-pasukan berjalan kaki dan anak-anak perempuannya, kalian dapat temukan fatwa itu pada firman Allah Ta'ala:

    Dan hasunglah siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan ajakanmu, dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak dan beri janjilah mereka. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh syaitan kepada mereka melainkan tipuan belaka
    Maha Benar Allah
    [Al Israa 64]

    Tidak berlalu seorang nabi pun melainkan telah memperingatkan kaumnya dan para pengikutnya akan fitnah Al Masih Al Kadzdzaab (Ad Dajjal), kerana Ad Dajjal sebenarnya adalah Iblis, syaitan yang direjam.


    Mungkin sahaja Ummu Khalid mahu mengatakan: "Wahai Imamku, tidakkah engkau ingin menambahkan ilmu pengetahuan kepada kami, mengapa para nabi memanggilnya dengan nama Al Masih Al Kadzdzaab
    ?"

    Untuk itu Al Mahdi Al Muntadhar Nasser Mohammed Al Yamani membalasnya, aku katakan: Wahai hamba Allah, adakah logik dan masuk akal, kelak Al Masih Al Kadzdzaab akan datang lalu mengaku kepada manusia akulah Al Masih Al Kadzdzaab
    ?
    Namun kelak dia akan berkata kepada manusia akulah 'Al Masih 'Isa Putra Maryam', lalu mengatakan akulah 'Allah Tuhan Semesta Alam', kerana itu para nabi menyebutnya dengan nama Al Masih Al Kadzdzaab (Al Masih yang sangat pendusta), sebab dia bukan Al Masih 'Isa Putra Maryam yang sebenar -shollallaahu 'alayhi wa ummihi wa usallimu taslima-, bahkan yang mengaku 'Isa dan mengaku tuhan itu adalah pendusta (Ad Dajjal), kerana itu dia dinamakan Al Masih Al Kadzdzaab sebab dia bukan Al Masih 'Isa Putra Maryam

    Tidaklah patut bagi Putra Maryam untuk mengatakan sesuatu yang bukan haknya, namun kelak 'Isa yang sebenar akan berbicara pada manusia sedang dia berumur dewasa, dia akan berbicara pada mereka dengan kata-katanya sebelum ini dengan kebenaran ketika dia masih bayi di dalam buaian, dia berkata:

    Berkata Isa: "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi,(30) dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup; (31) dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. (32)
    Maha Benar Allah
    [Maryam]


    Oleh kerana Allah yang Maha Mengetahui segala keghaiban benar-benar tahu bahawa Iblis mahu menyamar sebagai Al Masih 'Isa Putra Maryam, maka dari itu jelaslah bagi kalian akan hikmah dari kembalinya 'Isa Putra Maryam dengan kebenaran, kerana syaitan yang direjam mahu menyamar sebagai peribadi 'Isa lalu mengaku tuhan, yang sememangnya tidak dibenarkan, sebab itu Allah mentakdirkan kembalinya Al Masih 'Isa Putra Maryam yang sebenar kepada manusia, untuk turut serta bersama Al Mahdi buat memerangi Al Masih palsu, justeru itu 'Isa menjadi termasuk kalangan hamba-hamba Allah yang sholeh, termasuk kalangan yang mengikuti Al Imam Al Mahdi -semoga Allah bersholawat ke atas 'Isa dan ibunya, aku sampaikan salam penghormatan untuk mereka-


    Sesungguhnya syaitan-syaitan jinn dan manusia telah mempersiapkan untuk keluarnya Al Masih Al Kadzdzaab, dengan menjadikan umat Nasrani berlebih-lebihan terhadap Al Masih 'Isa Putra Maryam, sampaikan mereka mengatakan Allah adalah Al Masih 'Isa Putra Maryam

    Firman Allah Ta'ala:
    Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam"
    Maha Benar Allah
    [Al Maaidah 72]


    Supaya tatkala Al Masih Al Kadzdzaab muncul lalu mengatakan dialah 'Al Masih 'Isa Putra Maryam' dan mengatakan dialah 'Allah', lantas dari situ manusia dan umat Nasrani akan mengatakan:

    "Tidakkah kalian lihat bahawasanya kepercayaan umat Islam tentang 'Isa adalah salah, kerana umat Islam percaya 'Isa hanyalah seorang hamba di antara hamba-hamba Allah, akan tetapi umat Nasrani percaya bahawa Allah adalah Al Masih 'Isa? Ini dia Al Masih 'Isa Putra Maryam telah kembali untuk memutuskan di antara umat Islam dan Nasrani dengan kebenaran, dan ini dia telah mengatakan dialah Allah seperti kepercayaan Nasrani sebelum ini, dia tidak mengatakan dirinya hanya seorang hamba dari hamba-hamba Allah sebagaimana kepercayaan umat Islam, jadi kepercayaan umat Islam salah dan umat Nasrani yang percaya ketuhanan 'Isa adalah benar"

    Dengan begitu yang hak jadi yang batil dan yang batil jadi yang hak, lalu manusia mengikuti kepercayaan batil itu dan kebanyakan umat Islam juga kecuali sebahagian kecil sahaja, kalaulah tidak kerana kurnia dan rahmat Allah terhadap kalian wahai sekalian umat Islam, dengan perutusan Al Mahdi Al Muntadhar, nescaya kalian mengikuti syaitan wahai sekalian umat Islam kecuali sebilangan kecil

    Allah Ta'ala berfirman:
    Kalau tidaklah karena karunia dan rahmat Allah kepada kamu, tentulah kamu mengikut syaitan, kecuali sebahagian kecil saja (di antaramu). (83)
    Maha Benar Allah
    [An Nisaa]


    Adapun jinn, maka sesungguhnya telah jelas bagi mereka akan Al Masih Al Kadzdzaab, kerana Iblis yang berada dalam bumi dengan dua tempat terbit matahari mengaku tuhan, dia menamakan dirinya di bumi yang miliki dua tempat terbit matahari sebagai 'Al Masih 'Isa', mengatakan dialah 'Allah' dan dia punya isteri dan anak, namun jinn telah menyebut iblis sebagai yang kurang akal daripada kami, yakni jinn yang kurang akal, kerana jinn telah mengetahui dia mengaku tuhan dan memiliki isteri serta anak

    Akan tetapi Allah telah menyelamatkan mereka dengan memperdengarkan Al Quran yang menafikan dakwaan ketuhanan malakut bagi selain Allah, Maha Suci Dia, namun jinn tahu bahawa yang kurang akal daripada mereka, si syaitan Iblis yang mengaku tuhan dan beristeri juga punya anak, padahal Allah tidak beristeri dan tidak punya anak

    Allah Ta'ala berfirman:
    Katakanlah (hai Muhammad): "Telah diwahyukan kepadamu bahwasanya: telah mendengarkan sekumpulan jin (akan Al Quran), lalu mereka berkata: Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al Quran yang menakjubkan, (1) (yang) memberi petunjuk kapada jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan seseorangpun dengan Tuhan kami,(2) dan bahwasanya Maha Tinggi kebesaran Tuhan kami, Dia tidak beristeri dan tidak (pula) beranak. (3) Dan bahwasanya: orang yang kurang akal daripada kami selalu mengatakan (perkataan) yang melampaui batas terhadap Allah, (4) dan sesungguhnya kami mengira, bahwa manusia dan jin sekali-kali tidak akan mengatakan perkataan yang dusta terhadap Allah. (5) Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan. (6) Dan sesungguhnya mereka (jin) menyangka sebagaimana persangkaan kamu (orang-orang kafir Mekah), bahwa Allah sekali-kali tidak akan membangkitkan seorang (rasul)pun, (7) dan sesungguhnya kami telah mencoba mengetahui (rahasia) langit, maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api, (8) dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan (berita-beritanya). Tetapi sekarang barangsiapa yang (mencoba) mendengar-dengarkan (seperti itu) tentu akan menjumpai panah api yang mengintai (untuk membakarnya). (9) Dan sesungguhnya kami tidak mengetahui (dengan adanya penjagaan itu) apakah keburukan yang dikehendaki bagi orang yang di bumi ataukah Tuhan mereka menghendaki kebaikan bagi mereka. (10) Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang saleh dan di antara kami ada (pula) yang tidak demikian halnya. Adalah kami menempuh jalan yang berbeda-beda. (11) Dan sesungguhnya kami mengetahui bahwa kami sekali-kali tidak akan dapat melepaskan diri (dari kekuasaan) Allah di muka bumi dan sekali-kali tidak (pula) dapat melepaskan diri (daripada)Nya dengan lari. (12) Dan sesungguhnya kami tatkala mendengar petunjuk (Al Quran), kami beriman kepadanya. Barangsiapa beriman kepada Tuhannya, maka ia tidak takut akan pengurangan pahala dan tidak (takut pula) akan penambahan dosa dan kesalahan. (13) Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang taat dan ada (pula) orang-orang yang menyimpang dari kebenaran. Barangsiapa yang yang taat, maka mereka itu benar-benar telah memilih jalan yang lurus. (14) Adapun orang-orang yang menyimpang dari kebenaran, maka mereka menjadi kayu api bagi neraka Jahannam. (15)
    Maha Benar Allah
    [Al Jinn]


    Kami beristinbath menyimpulkan dari yang demikian bahawa Iblis mengaku tuhan malakut (yang menguasai kerajaan dunia bawah) dan dia punya isteri dan anak, padahal Allah sudah selayaknya tidak beristeri dan tidak beranak

    Maka bertakwalah kalian kepada Allah wahai orang-orang yang menggunakan akal fikiran, ikutilah bayan keterangan yang hak bagi Al Quran, tiadalah yang mengambil pelajaran melainkan orang-orang yang berakal (Ulul Albaab).


    Barangkali ada seorang kekasihku anshar pendahulu terbaik mahu mengatakan: "Bagaimana kami para anshar dapat membezakan antara orang-orang yang menggunakan akal fikiran -Ulul Albaab- dan antara seburuk-buruk binatang, yaitu orang-orang pekak dan tuli yang tidak mahu memikirkan dan tidak mahu memahami
    ?"
    Untuk itu Al Mahdi membalas yang bertanya, kami katakan: Adapun orang-orang yang tidak memikirkan, maka sebaik sahaja kalian beritahu mereka mengenai seseorang yang menamakan dirinya Al Imam Nasser Mohammed Al Yamani di internet antarabangsa, yang mengatakan dirinya adalah Al Mahdi Al Muntadhar, yang berhujjah dengan orang-orang menggunakan Al Quran, bagaimanapun, orang-orang yang tidak memikirkan, maka kelak kalian akan dapati mereka itu langsung menghukumi urusan seruan dakwah Nasser Mohammed Al Yamani, sebelum mereka dengarkan kata-katanya dan logika ilmu pengetahuannya, mereka itulah orang-orang yang sesat dan menyesatkan umat mereka


    Adapun ulul albaab di antara mereka, maka kalian tidak akan temukan mereka menghukumi urusan Nasser Mohammed Al Yamani, kelak mereka akan mengatakan pada orang-orang yang bertanya: "Beri tangguh pada kami, supaya kami merenungi dan mempertimbangkan seruan dakwah Al Imam Nasser Mohammed Al Yamani agar kami mengamati adakah dia membawa kebenaran ataukah dia termasuk kalangan yang bermain-main, baru kemudian kalian dengarkan keputusan kami mengenainya".

    Maka mereka itulah orang-orang yang Allah bawakan berita gembira kepada mereka dengan petunjuk-Nya, kerana mereka termasuk kalangan orang-orang yang tidak menghukumi sebelum mereka mendengarkan dengan penuh perhatian terhadap dalil hujjah serta bukti ilmu pengetahuan orang yang menyeru, bahkan mereka mendengarkan perkataan dengan saksama terlebih dahulu, baru kemudian mereka mengikuti yang terbaik darinya sekiranya telah jelas bagi mereka kebenaran dari Tuhan mereka, mereka itulah orang-orang yang tidak menghukumi sebelum mereka mendengarkan dalil hujjah ilmu pengetahuan Al Quran dengan bukti yang nyata


    Salam ke atas para rasul dan segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam..

    Saudara kalian Al Imam Al Mahdi Nasser Mohammed Al Yamani
    ـــــــــــــــــــــ








  5. Sesungguhnya aku tidak temukan dalam Al Quran, bahawa Ad Dajjal keluar setelah penaklukan Konstantinopel..

    مصدر المشاركة
    - 16 -

    Al Imam Nasser Mohammed Al Yamani
    06 - رجب - 1430 هـ
    31 - 05 - 2009 مـ
    02:07 صباحاً
    (mengikut takwim rasmi Makkah)
    ـــــــــــــــــــ


    Pernyataan Ringkas Mengenai Al Masih Ad Dajjal Yang Sangat Pendusta
    Sesungguhnya aku tidak temukan dalam Al Quran, bahawa Ad Dajjal keluar setelah penaklukan Konstantinopel..




    Dengan nama Allah Ar Rahman Ar Rahim, salam ke atas para rasul dan segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam..

    Saudaraku Riyadh, salam sejahtera ke atas kalian beserta rahmat Allah dan keberkahan-Nya, sesungguhnya aku tidak temukan dalam Al Quran, bahawa Ad Dajjal keluar setelah penaklukan Konstantinopel, aku nyatakan dengan kebenaran padamu, sudah selayaknya aku tidak menyatakan terhadap Allah kecuali kebenaran, aku temukan dalam Kitabullah bahawa keluarnya Ad Dajjal adalah setelah lintasan Kaukabul 'Azab, neraka Allah Saqar pembakar kulit manusia dari zaman ke zaman setelah tempoh waktu yang lama

    Sesungguhnya takdir ketentuan melintasnya Kaukab Saqar di atas bumi kalian telah dekat, Allah akan menzahirkan Al Mahdi Al Muntadhar dengannya kepada semua manusia jika mereka tidak membenarkan seruan dakwah Al Mahdi Al Muntadhar dengan bayan keterangan yang hak bagi Al Quran, Kaukab Saqar itu akan mendatangi kalian dari hujung bumi yakni dari arah kutub, ketika ia melintas maka akan terjadi satu dari tanda-tanda besar Kiamat, malam akan mendahului siang disebabkan matahari terbit dari tempat terbenamnya (barat) kerana lintasan Kaukabul 'Azab, janji Allah adalah benar

    Tatkala ia datang maka tembok Dzulqarnain runtuh dan Ad Dajjal akan keluar kepada kalian dari dunia bumi bawah tanah yang empunya dua tempat terbit matahari, kerana dia tidak akan datang untuk memfitnah kalian dari kebenaran secara bersendirian, namun dia datang bersama bala tenteranya yang telah dia persiapkan sejak sekian lama dan di antara mereka adalah Yakjuj dan Makjuj, Ad Dajjal datang untuk memperdaya dan memfitnah setelah seluruh manusia beriman.


    Pembenaran terhadap firman Allah Ta'ala:
    Alif laam miim (1) Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? (2)
    Maha Benar Allah
    [Al 'Ankabut]


    Demikian itu kerana fitnah ujian tidak datang melainkan setelah manusia semuanya beriman kepada kebenaran, kerana sesungguhnya Allah kelak akan menurunkan petanda mukjizat dari langit kepada manusia, tanda pembenaran Al Mahdi Al Muntadhar yang menghujjah manusia dengan bayan keterangan yang hak bagi Al Quran sebagai khalifah Allah di bumi, sehinggalah tatkala manusia berpaling tidak mahu bersujud kepada khalifah Tuhan mereka; dengan menundukkan leher mereka untuk taat kepada khalifah Tuhan mereka, bukan sujud dengan dahi seperti dalam sholat, sebab yang demikian itu hanya untuk Allah yang Maha Esa semata-mata

    Namun bersujud yang dimaksudkan adalah menundukkan kuduk-kuduk mereka untuk mentaati tidak menyombongkan diri, sehinggalah bilamana mereka tidak tunduk untuk taat kepada khalifah Tuhan mereka, maka dari itu akan datang tanda pembenaran terhadap firman Allah Ta'ala:

    Jika Kami kehendaki niscaya Kami menurunkan kepada mereka petanda mukjizat dari langit, maka senantiasa kuduk-kuduk mereka tunduk kepadanya. (4)
    Maha Benar Allah
    [Asy Syu'araa 4]


    Itulah petanda mukjizat yang akan membuatkan leher-leher mereka tunduk pada khalifah Tuhan mereka dengan sebenar-benarnya, lantas manusia seluruhnya percaya pada Al Mahdi Al Muntadhar sebagai khalifah Tuhan untuk mereka disebabkan petanda azab seksaan yang memedihkan, yang aku tunggu dan nantikan kedatangannya jika manusia berpaling dari seruan dakwahku untuk kembali pada Kitabullah dan Sunnah Rasulullah yang benar

    Apa petanda mukjizat yang akan datang dari langit membuatkan leher-leher mereka tunduk pada khalifah Allah Al Imam Al Mahdi lalu mereka semua percaya dengan sebenar-benarnya? Jawabannya dari Kitabullah dapat kalian temukan pada firman Allah Ta'ala:

    Maka tunggulah hari ketika langit membawa kabut yang nyata, (10) yang meliputi manusia. Inilah azab yang pedih. (11) (Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, lenyapkanlah dari kami azab itu. Sesungguhnya kami akan beriman". (12) Bagaimanakah mereka dapat menerima peringatan, padahal telah datang kepada mereka seorang rasul yang memberi penjelasan, (13) kemudian mereka berpaling daripadanya dan berkata: "Dia adalah seorang yang menerima ajaran (dari orang lain) lagi pula seorang yang gila". (14) Sesungguhnya (kalau) Kami akan melenyapkan siksaan itu agak sedikit sesungguhnya kamu akan kembali (ingkar). (15) (Ingatlah) hari (ketika) Kami menghantam mereka dengan hantaman yang keras. Sesungguhnya Kami adalah Pemberi balasan. (16)
    Maha Benar Allah
    [Ad Dukhan]


    Setelah orang-orang mempercayai khalifah Allah, Al Imam Al Mahdi, percaya dengan seruan dakwahnya untuk kembali pada ajaran Islam yang dibawa sebelum ini oleh Penutup para nabi dan rasul, Muhammad Rasulullah -shollallaahu 'alayhi wasallam-, baru setelah itu datangnya fitnah ujian dengan Al Masih Ad Dajjal, yang mahu menipu dan memperdaya manusia dari mengikuti (Alif Lam Mim) Al Mahdi Al Muntadhar

    Pembenaran terhadap firman Allah Ta'ala:
    Alif laam miim (1) Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? (2)
    Maha Benar Allah
    [Al 'Ankabut]


    Ini bermakna munculnya Al Imam Al Mahdi kepada seluruh manusia adalah pada suatu malam dengan azab seksaan yang memedihkan, jika mereka berpaling dari seruan dakwahnya untuk kembali berhukum dengan Kitabullah dan Sunnah Rasulullah yang benar, yang tidak bertentangan dengan muhkam Al Quran


    Hari-hari yang mana Ad Dajjal akan keluar, panjang hari-hari tersebut tidaklah sama seperti panjangnya hari-hari kini, namun hari-hari itu akan lebih panjang lagi dan lebih lama; bermakna kelak sehari akan jadi lama lalu semakin singkat, semakin singkat dan semakin singkat lagi hingga Kaukab Saqar menjauh dari bumi kalian, dan berakhirnya kesan dan dampak yang ditimbulkannya terhadap bumi

    Semasa hari-hari yang panjang itulah Ad Dajjal beserta bala tenteranya Yakjuj dan Makjuj akan keluar menemui kalian dari dunia bawah yang miliki dua tempat terbit matahari, keluarnya Yakjuj dan Makjuj itu dihubungkan dengan melintasnya Kaukab Api, sebagai sebuah janji Allah yang benar.


    Pembenaran terhadap firman Allah Ta'ala:
    Maka mereka tidak bisa mendakinya dan mereka tidak bisa (pula) melobanginya. (97) Dzulkarnain berkata: "Ini (dinding) adalah rahmat dari Tuhanku, maka apabila sudah datang janji Tuhanku, Dia akan menjadikannya hancur luluh; dan janji Tuhanku itu adalah benar". (98) Kami biarkan mereka di hari itu bercampur aduk antara satu dengan yang lain, kemudian ditiup lagi sangkakala, lalu Kami kumpulkan mereka itu semuanya, (99) dan Kami nampakkan Jahannam pada hari itu kepada orang-orang kafir dengan jelas, (100)
    Maha Benar Allah
    [Al Kahfi]


    Selepas itu datanglah Kebangkitan Pertama setelah keluarnya Yakjuj dan Makjuj, lalu Allah membangkitkan semua orang kafir dari negeri-negeri yang mendustakan para rasul Tuhan mereka dan justeru itu Allah membinasakan mereka

    Pembenaran terhadap firman Allah Ta'ala:
    Sungguh tidak mungkin atas (penduduk) suatu negeri yang telah Kami binasakan, bahwa mereka tidak akan kembali (kepada Kami). (95) Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya'juj dan Ma'juj, dan mereka berketurunan dari setiap jenis. (96)
    Maha Benar Allah
    [Al Anbiyaa]


    Kebangkitan orang-orang kafir dari umat yang telah dibinasakan oleh Allah adalah supaya Allah menjadikan manusia umat yang satu

    Pembenaran terhadap firman Allah Ta'ala:
    Dan jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya
    Maha Benar Allah
    [Yunus 99]


    Juga sebagai pembenaran terhadap firman Allah Ta'ala:
    Jikalau Tuhanmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu
    Maha Benar Allah
    [Hud 118]


    Al Masih Al Kadzdzaab mahu memanfaatkan kebangkitan pertama ini untuk memfitnah dan memperdaya orang-orang yang hidup dan orang-orang yang mati, dia akan mengaku tuhan dan mengatakan dirinya adalah 'Al Masih 'Isa Putra Maryam' yang boleh menghidupkan orang mati! Dia akan mengatakan dialah 'Allah'! Maha Suci Allah dan Maha Tinggi, Allah Maha Luhur lagi Maha Agung dari ucapan melampaui batas yang dikatakan mengenai-Nya oleh si Iblis, syaitan yang direjam, Al Masih Al Kadzdzaab

    Sudah tentu dia tidak akan mengatakan kepada kalian bahawa dirinya adalah Al Masih Al Kadzdzaab, namun dia akan mengatakan bahawa dirinya adalah Al Masih 'Isa Putra Maryam yang menghidupkan orang mati, dengan mengekspoitasikan kebangkitan pertama dan mengatakan dirinyalah yang membangkitkan orang-orang mati ini, dia akan mengatakan dirinya adalah 'Allah'! Tidaklah patut bagi Al Masih 'Isa Putra Maryam yang menghidupkan orang mati dengan izin Allah untuk mengatakan dialah 'Allah', sungguh telah berdusta musuh Allah, dia bukan Al Masih 'Isa Putra Maryam

    Namun dia adalah Al Masih Al Kadzdzaab, malaikat Harut, Iblis syaitan yang direjam, dia adalah dari golongan jinn lalu dia mendurhakai perintah Tuhannya, dia ingin mengambil bahagian yang sudah ditentukan untuknya dari hamba-hamba Allah, maka dia menyamar sebagai peribadi Al Masih 'Isa Putra Maryam dengan mengeksploitasikan kepercayaan umat Nasrani yang sememangnya tidak benar, kerana itu Allah mengakhirkan Al Masih 'Isa Putra Maryam yang sejati untuk menjadi saksi dengan sebenar-benarnya

    Tidaklah Al Masih 'Isa Putra Maryam menyombongkan diri untuk menjadi hamba Allah dan menjadi termasuk kalangan orang-orang sholeh yang mengikuti Al Imam Al Mahdi Al Muntadhar, yang telah Allah kurniakan padanya ilmu pengetahuan Al Quran, agar dia menjelaskannya kepada kalian mengenai perkara yang kalian tidak ketahui sebelum ini


    Wahai sekalian pencari kebenaran, tidakkah kalian bertanya pada diri sendiri, mengapa Ad Dajjal akan datang mengaku tuhan dan mengklaim dirinya mempunyai syurga dan neraka, dengan berkata kepada kalian: "Adapun neraka maka kalian telahpun melihatnya, adapun syurga maka ia berada di bawah tanah, di dalam bumi kalian ini", melainkan kerana Iblis tahu tentang kebangkitan pertama dan dia menunggunya sebagaimana yang Allah janjikan padanya bahawa dia termasuk yang diberi tangguh hingga hari mereka dibangkitkan, lantas dia akan mengatakan 'Akulah Allah, Tuhan kalian yang Maha Tinggi'

    Maka bertakwalah kepada Allah, merasa takutlah kalian kepada-Nya wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah hanya mengutus Al Mahdi Al Muntadhar sebagai sebuah kurniaan Allah untuk umat Islam dan sebagai rahmat-Nya, supaya Al Mahdi menyelamatkan kalian dengan bayan keterangan yang hak bagi Al Quran, menyelamatkan kalian dari fitnah Ad Dajjal agar kalian tidak mengikutinya, bahawa Al Masih Ad Dajjal sebenarnya adalah Iblis syaitan yang direjam, sesungguhnya Allah telah menyatakan penyelamat kalian Al Imam Al Mahdi adalah kurniaan Allah untuk kalian dan rahmat dari-Nya, yang akan mengeluarkan keputusan hukum yang hak untuk kalian, untuk memberikan keputusan hukum di antara kalian dari muhkam Al Quran

    Kalaulah tidak kerana kurnia dan rahmat Allah untuk kalian dengan perutusan Al Mahdi Al Muntadhar, tentu kalian mengikuti syaitan Al Masih Ad Dajjal wahai sekalian umat Islam secuali sebahagian kecil di antara kalian, bukankah tidak ada yang membenarkan dan percaya pada urusan kami ini kecuali sedikit
    !
    Allah Ta'ala berfirman:
    Barangsiapa yang mentaati Rasul itu, sesungguhnya ia telah mentaati Allah. Dan barangsiapa yang berpaling (dari ketaatan itu), maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka. (80) Dan mereka (orang-orang munafik) mengatakan: "(Kewajiban kami hanyalah) taat". Tetapi apabila mereka telah pergi dari sisimu, sebahagian dari mereka mengatur siasat di malam hari (mengambil keputusan) lain dari yang telah mereka katakan tadi. Allah menulis siasat yang mereka atur di malam hari itu, maka berpalinglah kamu dari mereka dan tawakallah kepada Allah. Cukuplah Allah menjadi Pelindung. (81) Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? Kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya. (82) Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. Dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan Ulil Amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Ulil Amri). Kalau tidaklah karena karunia dan rahmat Allah kepada kamu, tentulah kamu mengikut syaitan, kecuali sebahagian kecil saja (di antaramu). (83)
    Maha Benar Allah
    [An Nisaa]


    Perkara yang dinyatakan dalam ayat ini adalah bukti yang hak terhadap hadits Muhammad Rasulullah yang sebenarnya:

    Ketahuilah oleh kalian, sesungguhnya aku telah diberikan Al Quran dan yang semisal Al Quran itu bersamanya

    Sungguhpun begitu, Allah telah memberitahukan kepada kalian bahawa hadits-hadits Sunnah Nabawiyah tidaklah terpelihara dari perubahan, kemudian Allah juga telah mengajarkan kepada kalian, bagaimana kalian dapat mengenalpasti antara hadits sisipan yang datangnya dari selain Allah, dan antara hadits Nabi yang datang dari sisi Allah dalam Sunnah Nabawiyah, Allah mengajarkan kepada kalian agar kalian kembali merujuk muhkam Al Quran, maka setiap perkara dari hadits yang bertentangan dengan satu dari ayat-ayat muhkamat, maka ketahuilah kalian bahawa hadits itu datangnya dari selain Allah, dan bukan juga dari sabda Nabi yang tidak berkata-kata mengikuti hawa nafsunya -shollallaahu 'alayhi wasallam-

    Pembenaran terhadap firman Allah Ta'ala:
    Dan mereka (orang-orang munafik) mengatakan: "(Kewajiban kami hanyalah) taat". Tetapi apabila mereka telah pergi dari sisimu, sebahagian dari mereka mengatur siasat di malam hari (mengambil keputusan) lain dari yang telah mereka katakan tadi. Allah menulis siasat yang mereka atur di malam hari itu, maka berpalinglah kamu dari mereka dan tawakallah kepada Allah. Cukuplah Allah menjadi Pelindung. (81)
    Maha Benar Allah
    [An Nisaa]


    Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? Kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya. (82)
    Maha Benar Allah
    [An Nisaa]


    Ini bermakna hadits dalam Sunnah Nabawiyah, jika ianya hadits rekaan, maka kelak kalian akan temukan adanya pertentangan yang banyak pada hadits itu dan muhkam Al Quran, dan yang mengeluarkan hukum keputusan yang hak untuk kalian adalah orang yang telah Allah anugerahkan padanya ilmu pengetahuan Al Quran, kitab suci yang terpelihara dari sebarang perubahan dan pemalsuan hingga Hari Pembalasan

    Adapun musuh-musuh Allah yaitu orang-orang munafik, maka sesungguhnya mereka telah mengada-adakan banyak kedustaan dari hadits-hadits dan riwayat-riwayat dalam Sunnah Nabawiyah, akan tetapi kami telah mengajarkan kalian kaedah untuk mengetahui hadits-hadits yang disisipkan, bahawa kelak akan ada pertentangan padanya dengan satu dari ayat-ayat muhkamat dari Ummul Kitab

    Betapa sering Allah peringatkan kalian untuk mewaspadai kaum munafik yang menjadikan sumpah mereka sebagai perisai, lalu mereka menghalang-halangi manusia dari jalan Allah dengan hadits-hadits yang tidak diucapkan oleh Nabi -'alayhish sholaatu wassalaam-; ketahuilah bahawa betapa buruknya perkara yang telah mereka lakukan itu

    Allah Ta'ala berfirman:
    Di antara manusia ada yang mengatakan: "Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian," pada hal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman. (8) Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar. (9) Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta. (10) Dan bila dikatakan kepada mereka: "Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi". Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan". (11) Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar. (12) Apabila dikatakan kepada mereka: "Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang lain telah beriman". Mereka menjawab: "Akan berimankah kami sebagaimana orang-orang yang bodoh itu telah beriman?" Ingatlah, sesungguhnya merekalah orang-orang yang bodoh; tetapi mereka tidak tahu. (13) Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan: "Kami telah beriman". Dan bila mereka kembali kepada syaitan-syaitan mereka, mereka mengatakan: "Sesungguhnya kami sependirian dengan kamu, kami hanyalah berolok-olok". (14) Allah akan (membalas) olok-olokan mereka dan membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan mereka. (15) Mereka itulah orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk, maka tidaklah beruntung perniagaan mereka dan tidaklah mereka mendapat petunjuk. (16) Perumpamaan mereka adalah seperti orang yang menyalakan api, maka setelah api itu menerangi sekelilingnya Allah hilangkan cahaya (yang menyinari) mereka, dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat. (17) Mereka tuli, bisu dan buta, maka tidaklah mereka akan kembali (ke jalan yang benar), (18) atau seperti (orang-orang yang ditimpa) hujan lebat dari langit disertai gelap gulita, guruh dan kilat; mereka menyumbat telinganya dengan anak jarinya, karena (mendengar suara) petir, sebab takut akan mati. Dan Allah meliputi orang-orang yang kafir.(19) Hampir-hampir kilat itu menyambar penglihatan mereka. Setiap kali kilat itu menyinari mereka, mereka berjalan di bawah sinar itu, dan bila gelap menimpa mereka, mereka berhenti. Jikalau Allah menghendaki, niscaya Dia melenyapkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu. (20)
    Maha Benar Allah
    [Al Baqarah]


    Dan apabila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka berkata: "Kamipun telah beriman," tetapi apabila mereka berada sesama mereka saja, lalu mereka berkata: "Apakah kamu menceritakan kepada mereka (orang-orang mukmin) apa yang telah diterangkan Allah kepadamu, supaya dengan demikian mereka dapat mengalahkan hujjahmu di hadapan Tuhanmu; tidakkah kamu mengerti?" (76)
    Maha Benar Allah
    [Al Baqarah]


    Dan di antara manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik hatimu, dan dipersaksikannya kepada Allah (atas kebenaran) isi hatinya, padahal ia adalah penantang yang paling keras. (204) Dan apabila ia berpaling (dari kamu), ia berjalan di bumi untuk mengadakan kerusakan padanya, dan merusak tanam-tanaman dan binatang ternak, dan Allah tidak menyukai kebinasaan. (205) Dan apabila dikatakan kepadanya: "Bertakwalah kepada Allah", bangkitlah kesombongannya yang menyebabkannya berbuat dosa. Maka cukuplah (balasannya) neraka Jahannam. Dan sungguh neraka Jahannam itu tempat tinggal yang seburuk-buruknya. (206)
    Maha Benar Allah
    [Al Baqarah]


    Surah Ali 'Imran:
    Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mencampur adukkan yang haq dengan yang bathil, dan menyembunyikan kebenaran, padahal kamu mengetahuinya? (71)Segolongan (lain) dari Ahli Kitab berkata (kepada sesamanya): "Perlihatkanlah (seolah-olah) kamu beriman kepada apa yang diturunkan kepada orang-orang beriman (sahabat-sahabat Rasul) pada permulaan siang dan ingkarilah ia pada akhirnya, supaya mereka (orang-orang mukmin) kembali (kepada kekafiran). (72)
    Maha Benar Allah
    [Ali 'Imran]


    Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya. (118) Beginilah kamu, kamu menyukai mereka, padahal mereka tidak menyukai kamu, dan kamu beriman kepada kitab-kitab semuanya. Apabila mereka menjumpai kamu, mereka berkata "Kami beriman", dan apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari antaran marah bercampur benci terhadap kamu. Katakanlah (kepada mereka): "Matilah kamu karena kemarahanmu itu". Sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati. (119) Jika kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi Jika kamu mendapat bencana, mereka bergembira karenanya. Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan. (120)
    Maha Benar Allah
    [Ali 'Imran]


    Surah An Nisaa:
    Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya. (60) Apabila dikatakan kepada mereka: "Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul", niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu. (61) Maka bagaimanakah halnya apabila mereka (orang-orang munafik) ditimpa sesuatu musibah disebabkan perbuatan tangan mereka sendiri, kemudian mereka datang kepadamu sambil bersumpah: "Demi Allah, kami sekali-kali tidak menghendaki selain penyelesaian yang baik dan perdamaian yang sempurna". (62)
    Maha Benar Allah
    [An Nisaa]


    Hai orang-orang yang beriman, bersiap siagalah kamu, dan majulah (ke medan pertempuran) berkelompok-kelompok, atau majulah bersama-sama! (71) Dan sesungguhnya di antara kamu ada orang yang sangat berlambat-lambat (ke medan pertempuran). Maka jika kamu ditimpa musibah ia berkata: "Sesungguhnya Tuhan telah menganugerahkan nikmat kepada saya karena saya tidak ikut berperang bersama mereka. (72)
    Maha Benar Allah
    [An Nisaa]


    Maka mengapa kamu (terpecah) menjadi dua golongan dalam (menghadapi) orang-orang munafik, padahal Allah telah membalikkan mereka kepada kekafiran, disebabkan usaha mereka sendiri? Apakah kamu bermaksud memberi petunjuk kepada orang-orang yang telah disesatkan Allah? Barangsiapa yang disesatkan Allah, sekali-kali kamu tidak mendapatkan jalan (untuk memberi petunjuk) kepadanya. (88)
    Maha Benar Allah
    [An Nisaa]


    Kecuali orang-orang yang meminta perlindungan kepada sesuatu kaum, yang antara kamu dan kaum itu telah ada perjanjian (damai) atau orang-orang yang datang kepada kamu sedang hati mereka merasa keberatan untuk memerangi kamu dan memerangi kaumnya. Kalau Allah menghendaki, tentu Dia memberi kekuasaan kepada mereka terhadap kamu, lalu pastilah mereka memerangimu. tetapi jika mereka membiarkan kamu, dan tidak memerangi kamu serta mengemukakan perdamaian kepadamu maka Allah tidak memberi jalan bagimu (untuk menawan dan membunuh) mereka. (90)
    Maha Benar Allah
    [An Nisaa]


    Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih,(138) (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah.(139) Dan sungguh Allah telah menurunkan kekuatan kepada kamu di dalam Al Quran bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), maka janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian), tentulah kamu serupa dengan mereka. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahannam,(140) (yaitu) orang-orang yang menunggu-nunggu (peristiwa) yang akan terjadi pada dirimu (hai orang-orang mukmin). Maka jika terjadi bagimu kemenangan dari Allah mereka berkata: "Bukankah kami (turut berperang) beserta kamu?" Dan jika orang-orang kafir mendapat keberuntungan (kemenangan) mereka berkata: "Bukankah kami turut memenangkanmu, dan membela kamu dari orang-orang mukmin?" Maka Allah akan memberi keputusan di antara kamu di hari kiamat dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman. (141) Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali. (142) Mereka dalam keadaan ragu-ragu antara yang demikian (iman atau kafir): tidak masuk kepada golongan ini (orang-orang beriman) dan tidak (pula) kepada golongan itu (orang-orang kafir), maka kamu sekali-kali tidak akan mendapat jalan (untuk memberi petunjuk) baginya. (143) Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu)? (144)Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka. (145) Kecuali orang-orang yang taubat dan mengadakan perbaikan dan berpegang teguh pada (agama) Allah dan tulus ikhlas (mengerjakan) agama mereka karena Allah. Maka mereka itu adalah bersama-sama orang yang beriman dan kelak Allah akan memberikan kepada orang-orang yang beriman pahala yang besar. (146)
    Maha Benar Allah
    [An Nisaa]


    Wahai saudaraku yang budiman, ada di antara hadits-hadits sisipan menyatakan hancurnya Ka'bah, mereka lupa bahawasanya ada Tuhan yang menjaga dan memelihara Ka'bah, sesungguhnya Dia-lah yang telah melindungi Ka'bah dari Abrahah Al Habsyi dan Dia jugalah yang akan melindungi Ka'bah dari selain Abrahah

    Pembenaran terhadap firman Allah Ta'ala:
    Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan menghalangi manusia dari jalan Allah dan Masjidilharam yang telah Kami jadikan untuk semua manusia, baik yang bermukim di situ maupun di padang pasir dan siapa yang bermaksud di dalamnya melakukan kejahatan secara zalim, niscaya akan Kami rasakan kepadanya sebahagian siksa yang pedih. (25)
    Maha Benar Allah
    [Al Hajj]


    Sebagaimana yang telah Allah perbuat terhadap Abrahah Al Habsyi yang mahu meruntuhkan Baitullah Ka'bah, rumah Allah di Makkah Al Mukarramah, firman Allah Ta'ala:

    Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah? (1) Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Ka'bah) itu sia-sia? (2) dan Dia mengirimkan kapada mereka burung yang berbondong-bondong, (3) yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar, (4) lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat). (5)
    Maha Benar Allah
    [Al Fiil]


    Akan tetapi malangnya, umat Islam malah menanti kehancuran Baitullah, Ka'bah, mengapa kalian tidak merasa takut terhadap Allah
    ?
    Sekiranya kalian merenungi muhkam Kitabullah, tentu kalian temukan yang sebenar-benarnya bahawa Ka'bah itu dijaga dan dilindungi oleh Allah, namun kebanyakan umat Islam telah disesatkan dan menyimpang dari kebenaran oleh riwayat-riwayat palsu, mereka menanti riwayat-riwayat batil itu menjadi nyata meskipun ianya bertentangan dengan agama dan umat Islam, mereka tidak mahu percaya kepada Al Mahdi Al Muntadhar sampailah Baitullah itu dihancurkan, mengapakah mereka tidak merasa takut kepada Allah
    ?


    Salam ke atas para rasul dan segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam..

    Saudara umat Islam; Al Imam Al Mahdi Nasser Mohammed Al Yamani
    ________________




  6. Jawapan Imam Mahdi kepada Saad: Kelak Kami Akan Memerangi Dajjal Al Maseh Si Pendusta Dan Bala Tenteranya Dengan Seluruh Tentera Allah..

    مصدر المشاركة

صفحة 2 من 2 الأولىالأولى 12

المواضيع المتشابهه

  1. مشاركات: 0
    آخر مشاركة: 20-12-2016, 11:07 AM
  2. Lebih Detil Mengenai Siapa Al-Masih Pendusta
    بواسطة Admin في المنتدى Melayu
    مشاركات: 0
    آخر مشاركة: 26-02-2015, 04:53 PM
  3. مشاركات: 0
    آخر مشاركة: 31-01-2014, 09:17 PM

ضوابط المشاركة

  • لا تستطيع إضافة مواضيع جديدة
  • لا تستطيع الرد على المواضيع
  • لا تستطيع إرفاق ملفات
  • لا تستطيع تعديل مشاركاتك
  •